TV Hisense vs Philips: Inovasi Teknologi & Harga Terjangkau 2024
Bandingkan TV Hisense vs Philips 2024: teknologi ULED vs Ambilight, harga terjangkau, performa 4K, dan smart features. Analisis lengkap untuk membantu pilihan TV terbaik di antara merek seperti Samsung, Sony, LG, TCL, dan Xiaomi.
Di pasar TV 2024 yang semakin kompetitif, dua merek yang konsisten menawarkan nilai terbaik adalah Hisense dan Philips. Keduanya menghadirkan inovasi teknologi canggih dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan raksasa seperti Samsung dan Sony. Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan TV Hisense vs Philips, mencakup teknologi unggulan, performa gambar, fitur smart TV, dan tentu saja, pertimbangan harga untuk membantu Anda membuat keputusan pembelian yang tepat.
Hisense, produsen China yang telah berkembang pesat secara global, dikenal dengan teknologi ULED (Ultra LED) yang menyaingi QLED Samsung. Di sisi lain, Philips dari Belanda mempertahankan keunggulan dengan teknologi Ambilight yang unik, menciptakan pengalaman menonton yang imersif. Kedua merek ini beroperasi di segmen mid-range hingga premium, tetapi dengan harga yang seringkali 20-30% lebih rendah daripada Samsung atau Sony dengan spesifikasi serupa.
Ketika membandingkan TV Hisense vs Philips, faktor pertama yang perlu dipertimbangkan adalah teknologi panel. Hisense mengandalkan ULED yang menggabungkan teknologi kuantum dot, local dimming zones, dan prosesor gambar proprietary untuk kontras dan warna yang superior. Model flagship seperti Hisense U8K bahkan menggunakan Mini-LED dengan ribuan zone, menyaingi Samsung Neo QLED. Philips, sementara itu, fokus pada pengolahan gambar dengan prosesor P5 dan tentu saja Ambilight – sistem lampu LED di belakang TV yang memproyeksikan warna sesuai konten layar, mengurangi kelelahan mata dan meningkatkan immersion.
Dari segi sistem operasi smart TV, Hisense umumnya menggunakan VIDAA U (di beberapa wilayah) atau Android TV/Google TV, menawarkan akses ke ribuan aplikasi termasuk streaming populer. Philips hampir selalu menggunakan Android TV dengan antarmuka Saphi yang ringan, memberikan pengalaman yang responsif. Keduanya mendukung asisten suara seperti Google Assistant dan Alexa, serta fitur screen mirroring dan gaming dengan HDMI 2.1 pada model tertentu.
Untuk performa gaming, TV Hisense dan Philips 2024 telah meningkatkan dukungan dengan VRR (Variable Refresh Rate), ALLM (Auto Low Latency Mode), dan refresh rate hingga 120Hz pada model mid-high end. Hisense cenderung lebih agresif dalam spesifikasi gaming di harga tertentu, sementara Philips menawarkan pengalaman yang lebih seimbang dengan pengolahan gambar yang halus berkat prosesor P5.
Dalam konteks pasar yang lebih luas, Hisense dan Philips bersaing ketat dengan TCL (yang juga menawarkan teknologi Mini-LED terjangkau), Xiaomi dengan TV Android yang sangat murah, serta LG dengan OLED-nya. Namun, keduanya memiliki keunikan: Hisense dengan nilai teknologi-per-rupiah yang sangat tinggi, dan Philips dengan Ambilight yang tidak dimiliki merek lain. Bahkan dibandingkan Sharp, Panasonic, atau Toshiba yang kini kurang dominan, Hisense dan Philips menunjukkan inovasi yang lebih konsisten.
Harga menjadi pembeda utama. TV Hisense 55-inch ULED 4K biasanya mulai dari Rp 8-12 juta, tergantung model, sementara Philips dengan Ambilight dan P5 processor berada di kisaran Rp 9-14 juta untuk ukuran serupa. Bandingkan dengan Samsung QLED 55-inch yang bisa mencapai Rp 15-20 juta, atau Sony Bravia XR di atas Rp 18 juta. Untuk budget terbatas, Changhong dan beberapa model Xiaomi lebih murah, tetapi dengan teknologi dan kualitas gambar yang lebih sederhana.
Kesimpulannya, pilihan antara TV Hisense vs Philips tergantung prioritas. Jika Anda mengutamakan teknologi gambar mutakhir seperti Mini-LED, kontras tinggi, dan harga terbaik, Hisense adalah pilihan unggulan. Jika pengalaman menonton yang imersif dengan Ambilight, pengolahan gambar natural, dan ekosistem Android yang solid lebih penting, Philips layak dipertimbangkan. Keduanya merupakan alternatif cerdas dari Samsung, Sony, atau LG dengan penghematan signifikan.
Sebelum memutuskan, pastikan untuk melihat langsung di toko, bandingkan kontras, warna, dan kecerahan dalam kondisi pencahayaan berbeda. Periksa juga garansi dan dukungan purna jual, karena Hisense dan Philips memiliki jaringan service center yang terus berkembang di Indonesia. Dengan penelitian yang matang, Anda bisa mendapatkan TV berkualitas tinggi tanpa membayar premium untuk merek ternama.
Bagi yang mencari hiburan lain selain menonton TV, ada berbagai pilihan situs game terbaru yang menawarkan pengalaman berbeda. Namun, kembali ke TV, baik Hisense maupun Philips membuktikan bahwa inovasi teknologi tidak harus mahal, dan 2024 adalah tahun yang tepat untuk upgrade TV 4K cerdas Anda.
Dari segi keberlanjutan, kedua merek juga mulai menerapkan material daur ulang dan mode hemat energi. Philips bahkan memiliki mode 'Eco' yang mengurangi konsumsi daya hingga 50% tanpa mengorbankan kualitas gambar secara signifikan. Hisense juga mengoptimalkan efisiensi energi pada model terbaru, penting mengingat TV sering menyala berjam-jam sehari.
Terakhir, pertimbangkan kompatibilitas dengan perangkat lain. Kedua merek mendukung Apple AirPlay, Chromecast built-in, dan konektivitas Bluetooth untuk headphone atau speaker. Untuk penggemar slot baru pragmatic atau game online, TV dengan respons cepat dan warna akurat bisa meningkatkan pengalaman, meskipun tentu konten utamanya adalah film dan serial.
Apapun pilihan Anda, baik Hisense maupun Philips menawarkan paket lengkap: teknologi canggih, smart features, dan harga terjangkau. Di tengah persaingan ketat dengan LG OLED, Samsung QLED, dan Sony Bravia, keduanya berhasil menjaga relevansi dengan inovasi yang meaningful. Tahun 2024 mungkin adalah saat terbaik untuk memiliki TV 4K premium tanpa merogoh kocek terlalu dalam.